//
archives

nuansasenyum

Graphic Designer, Addicted with Photography, Just A Simple Person
nuansasenyum has written 9 posts for Nuansasenyum's Blog

Some Place Out There

Baru sore tadi terlintas begitu saja ingin kembali ke kotamu, entah kenapa keinginan itu tiba-tiba muncul begitu saja, seraya menanti hujan reda, sedikit melepas lelah diberanda kantor aku duduk terdiam memandangi sore yang hujan dan mendung.

Kota intan diselatan kota kelahiranku, setahun terakhir terasa lebih akrab bagiku, walau sejujurnya masih bisa dihitung dengan jari berapa kali aku berkunjung kesana.

Senja itu begitu indah, lembayung jingga mewarnai senja di alun-alun kota kelahiranmu. Perasaanku senang sekaligus jengkel menanti kabar darimu, saat itu aku tak tahu harus berbuat apa demi menunggumu, aku cari saja mesjid terbesar, dan aku menemukannya tepat di tengah kota.

Kegiatan sore itu dihalaman masjid cukup menghibur beberapa moment unik sempat terekam kamera gadgetku. Cukup menyenangkan menangkap moment senja dibalik masjid, langit luas dengan lukisan lembayung jingga bias cahaya matahari, Subhanallah indah sekali, cuaca cerah sore itu seakan berpihak kepadaku memberiku keleluasaan memotret dengan cahaya keemasan matahari sore, setelah sehari sebelumnya hujan dengan puas mengguyurku sepanjang perjalan pulang dari rantau ke pelukan ibu dengan motor kesayangan.

Tak lama adzan maghrib berkumandang di seantero sudut kota, MashaAllah menyejukan luar biasa. Malam pun menjelang menenggalamkan bias jingga yang kian samar, menyisakan kilat matahari yang muncul sesekali. Aku duduk diteras mesjid yang sejuk, bersandar dipilarnya sejenak melepas lelah, ternyata menunggu kabar yang tak pasti itu melelahkan. Masih dalam bingung entah berapa lama lagi aku harus menunggumu, cek messanger ‘still haven’t new messages’!

Menetralkan ketidak pastian aku mengedit foto-fotoku, dan mempublishnya ke sosial media, and finally there is a phone call from you.

Sepuluh menit kemudian, kau muncul di hadapanku, lengkap dengan senyum malaikatmu yang meluluhkan. Tak jadi marah. Perlahan meniti tangga teras masjid, kau duduk disampingku, masih dengan senyum manismu, kau cium aku  “Sorry…”, dekapanmu as always menentramkan gelisah sehebat apapun, dan aku tersenyum, lagi dan lagi kehilangan kata-kata.

“Kita pulang? Pasti belum makan kan?”

Beriringan meninggalkan halaman parkir masjid kota, menguntit ‘MX’ mobilmu 🙂 aku menikmati malam di kota kelahiranmu^^

Advertisements

#SAVE_SOREANG

image

Tweet from Ida Haryati (@barayakuring)

Ida Haryati (@barayakuring) tweeted at 10:19 AM on Thu, Nov 15, 2012:
–Make it Happen– With the NEW Sprit, since The First Dawn Rise Up The Light. #dawn #ris @ Jln. TRS Pasteur http://t.co/kZTl8dCL
(https://twitter.com/barayakuring/status/268916219627851779)

Get the official Twitter app at https://twitter.com/download

A Boy with His Puppy

Seorang petani memiliki beberapa anak anjing yang ingin dijual.

Ia lalu menulis sebuah iklan dan memangkunya di tembok dekat halamannya. Saat ia hendak memalu paku terakhir di tembok, ia merasa seseorang menarik-narik celananya. Ia melihat ke bawah dan mendapati seorang anak kecil.
“Bapak,” ia berkata, “aku ingin membeli salah satu dari anak anjing itu.”
“Baiklah,”kata petani itu, sambil mengusap keringat di lehernya, “anak anjing ini berasal dari induk yang baik dan harganya cukup mahal.”

Anak itu menundukkan kepalanya sebentar. Kemudian ia merogoh kantongnya, mengambil seonggok uang receh, dan memberikannya kepada petani itu. “Aku punya 39 sen, apakah cukup untuk melihat anak-anak anjing itu?”
“Tentu saja,” kata petani tersebut.
Lalu si petani itu bersiul, “Sini, Abigail!”Panggilnya
Lalu keluarlah anjing tersebut dari rumah diikut dengan 4 anak anjing. Anak kecil itu menempelkan wajahnya di pagar. Ia tampak senang sekali.

Saat anjing-anjing itu berjalan ke arah pagar, anak kecil itu memperhatikan sesuatu yang bergerak di dalam rumah anjing. Pelan-pelan anak anjing yang lain muncul; yang satu ini terlihat lebih kecil daripada anak anjing yang lain. Dengan terpincang-pincang, anak anjing itu berusaha keras mengejar yang lain…

“Aku mau yang itu,” kata anak kecil itu, sambil menunjuk. Si petani berlutut di sisi anak kecil itu dan berkata, “Nak, kamu tidak akan suka dengan anak anjing itu. Ia tidak akan bisa berlari dan bermain denganmu seperti anjing yang lain.”

Mendengar itu, si anak kecil mundur selangkah dari pagar, mengulurkan tangan, dan mulai menggulung salah satu celana. Ia menunjukkan penahan besi yang melekatkan kedua lututnya dengan sepatu khusus. Ia kembali memandang si petani, sambil berkata, “Engkau lihat tuan, aku juga tidak bisa berlari, dan anak anjing itu membutuhkan seseorang yang bisa mengerti”

Baik kamu sadari ataupun tidak kamu sadari, setiap orang di dunia ini membutuhkan seorang sahabat yang bisa mengerti.

 

Ponsel & Gelombang Elektromagnetik Pemicu Kanker

Sinyal Radiasi Ponsel dapat Memicu Kanker

Ponsel adalah sumber radiasi elektromagnetik yang dapat mengakibatkan perubahan sel jika terlalu lama bersinggungan. Radiasi elektromagnetik dapat  berasal dari berbagai perangkat komunikasi dan ponsel. Dari cara bagaimana  ponsel yang digunakan, maka gelombang radioasi elektromagnetik jadi langsung berhubungan dengan otak.

Lebih dari selusin penelitian mengaitkan menggunakan ponsel untuk jangka waktu sepuluh tahun atau lebih telah mengakibatkan angka lebih tinggi pada kasus tumor otak dan neuroma akustik. Diagnosa ini penting bahkan lebih umum ketika ponsel tidak beralih dari satu sisi kepala yang lain ketika terlibat dalam percakapan.

Sel ponsel adalah salah satu, penemuan paling dimanfaatkan paling nyaman dari abad kedua puluh. Ada keuntungan tertentu menggunakan ponsel, misalnya, berada dalam kontak dengan orang yang dicintai setiap saat.

Sebuah harga yang harus dibayar untuk sebuah kemewahan dan prestise. Konsekuensi merugikan dari penggunakan telepon seluler tidak dapat diabaikan begitu saja.

Efek lainnya yang merugikan kesehatan dari telepon seluler meliputi:

Leukemia, kanker payudara dan kanker lainnya.
Neurologis penurunan dan perubahan dalam sistem saraf.
Risiko lebih tinggi  terkangkit tumor kelenjar ludah.

Sebuah studi dari Universitas Kedokteran Graz di Austria menunjukkan bahwa penggunaan ponsel secara negatif mempengaruhi kualitas sperma pada pria. Sebuah studi yang sama tahun  2009 laki-laki diperiksa dalam masa subur dalam jangka setahun masa reproduksi dan infertilitas ditemukan  kemampuan seorang Ayah untuk memilikibayi yang sehat telah terganggu.

Ponsel juga merupakan sumber dari per fluorooctanoic asam, zat kimia berbahaya yang telah dikaitkan dengan penyakit jantung, kanker dan reproduksi wanita / perkembangan kerusakan.

Ponsel tidak satu-satunya masalah. Menarapemancar, serta perangkat nirkabel lainnya juga bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi non-pengion frekuensi radio ke lingkungan.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Asosiasi Internasional untuk Penelitian Kanker telah mengklasifikasikan bidang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel sebagai karsinogen. Menara dan telepon sendiri terus-menerus memancarkan radiasi gelombang mikro. Bahkan ketika ponsel tidak digunakan mereka memancarkan radiasi berbahaya.

Namun pedoman ICNIRP hanya ditujukan untuk melindungi masyarakat terhadap dampak pemanasan termal dan tidak melawan ‘biologis’ efek seperti kanker dan kerusakan genetik dari exposure.Also jangka panjang ini standar keamanan didasarkan pada 6 menit per eksposur hari, tanpa akuntansi untuk orang-orang yang tinggal dekat dengan menara sel 24/7.

Untuk melindungi orang terhadap Biologi Syenergy efek Environics Ltd telah mengembangkan Enviro Chip dan Enviro strip untuk diperbaiki di ponsel, komputer, laptop dan menara seluler.

Ini juga telah diuji di Inggris bahwa chip Enviro tidak mengganggu kerja dari perangkat yang itu adalah tetap.

Hingga 2009, pemerintah India tidak mengadopsi setiap standar untuk penggunaan yang aman dari ponsel dan menara ponsel. Pada tahun 2009, India mengadopsi norma radiasi ditentukan oleh ICNIRP (International Commission on Non-ionisasi Proteksi Radiasi) pedoman tahun 1998.

Syenergy Environics Ltd yang merupakan perusahaan Manajemen Radiasi telah mengembangkan chip Enviro dan strip Enviro yang menangani efek termal non radiasi ponsel dengan membuat mereka kompatibel dengan tubuh manusia. Enviro chip telah diuji kemanjurannya dalam melindungi melawan radiasi berbahaya di sekitar 500 subyek manusia

Sebuah Catatan Kuliah Siang Ini 10 10 2010 @Usb School

8 langkah menuju langit

Sebuah catatan kecil kuliah hari ini 10 10 2010 @University of Life, Succesfull Lifestyle, Bussines School

Menimba ilmu di USB, University of Life, Succesfull Lifestyle, Bussines School memang memiliki keunikan tersendiri yang tidak akan ditemui disekolah manapun di negeri ini baik itu perguruan tinggi negri maupun swasta.

Mulai dari pesertanya yang amat beragam baik itu berupa latar belakang pendidikan maupun pekerjaan bahkan usia. Jika di sekolah pada umumnya atau perguruan tinggi biasanya siswa atau siswi umurnya sebaya, rata-rata sama seumuran, tetapi tidak di USB, peserta USB boleh siapa saja yang penting ia memiliki keinginan kuat untuk menjadin seorang enterpreuner. Saat ini peserta termuda di USB tercatat berusia 16 tahun dan yang tertua sekitar 68 tahun luar biasa bukan?  Dan ah ya, saya lupa bilang dan ini sangat penting belajar di USB 100% GRATIS alias Free sama sekali tidak dipungut bayaran!

Karena usianya yang beragam maka beragam pula latar belakang pendidikannya, mulai dari anak SMA hingga kuliahan. Bahkan ada dari kalangan professional pun ada turut menuntut ilmu bisnis di sekolah ini mulai dari dokter, dosen, pensiunan, bahkan rektor pun ada, kami duduk bersama tanpa spasi demi menyatukan keinginan dapat  menyumbang seseuatu yang berarti bagi negeri tercinta, menyamakan visi mengenai pentingnya memiliki jiwa enterpreuner  di hati setiap rakyat republik tercinta. Sesuai motto USB,’lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada mengutuk kegelapan.’

Adalah bapak Victor Asih Ir. MBA. MT, founder sekolah bisnis gratis USB, mentor, entrepreneur, penulis, kolumnis, motivator, Inspirator, Software Engineer & Information Technology Consultant. Alumnus Paska Sarjana Teknik Informatika ITB dan Ilmu Komputer UNPAD, pertama mendengar beliau berbicara mengenai USB pada acara bedah buku di pameran buku Landmark Bandung 03 Agustus 2010, saya sempat heran ‘hari gini masih ada sekolah yang gratis?’ justru disaat biaya pendidikan tengah amat melangit di negri ini. Saat itu juga saya telah memutuskan saya harus ikutan sekolah USB ini, membeli buku dan mendaftar hari itu juga. (formulir  sekolah bisnis gratis USB ada di buku ‘8 Langkah Ajaib Menuju Langit, tulisan pa Victor)

Siang ini adalah pertemuan keempat dari lima belas pertemuan yang dijadwalkan pada tiga bulan pertama matrikulasi, ada hal yang menarik yang pa Victor sampaikan siang ini. Ketika salah satu siswi USB meminta beliau menceritakan saat keterpurukan ketika bisnis yang tengah dibangunnya mengalami kebangkrutan karena krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, kemudian dengan cara bagaimana beliau bangkit dari keterpurrukan tersebut.

Pa Victor bercerita, pada awalnya bisnis Software Engineer yang dibangunnya telah amat menjanjikan profit yang amat besar,  ia telah mampu merekrut teman-teman kuliahnya menjadi pegawai di perusahaanya dan menggaji mereka dengan fee yang besar.  Namun tiba-tiba badai ujian itu datang, krisis ekonomi melanda Asia pada tahun 1997. Dengan segenap kekuatan yang dimiliki Pa Victor berusaha bertahan, bertahan dan bertahan hingga berhutang banyak. Namun tidaklah mudah mengembalikan sebuah bisinis diera krisis ekonomi untuk kembali berdiri tangguh, hanya orang terpilihlah yang dapat bertahan paling akhir, seorang Victor Asih berhasil membuktikan hal itu, hingga hari ini tercatat ada 8 prnghargaan tingkat nasional & ASEAN yang diraihnya, diantaranya adalah: Top Profesional & Profesi Indonesia Award, Adhi Karya Award, Top Executive Award, The Best Executive Award & ASEAN The Best Executive Award.

“Kesuksesan tidaklah Instant melainkan memerlukan poroses untuk bisa tumbuh kemudian berkembang, orang yang sukses adalah orang yang bertahan paling akhir menghadapi badai ujian, ia adalah yang paling gigih memperjuangkannya,”

Salam Enterpreuneur

Go USB, Go Enterpreuneur!!

Hakikat Puasa Adalah Menahan Diri

Hakikat Puasa Adalah Menahan Diri
Jum’at 3 September 2010, 7 hari menjelang lebaran. Wow suasana di Stasiun Besar  Bandung ramai sekali, it’s absolutely crowded:). Menurut informasi hari itu KRD Patas  agak telat dari jadwal, entah apa penyebabnya, yang jelas penumpang sudah tiga kali lipat hari biasa. Inilah, ritual yang sama setiap tahunnya di bulan Ramadhan pasca THR di bagikan, ‘marema’ yups situ istilahnya, saat orang-orang ramai berburu barang baru ke Pasar Baru, Mall, Trade Center, Gasibu, pokoknya Pusat Perbelanjaan termasuk Pasar Tradisional menjadi tempat favorit .

Mengapa mereka begitu antusias? Memburu barang-barang baru dengan satu alasan yang sama yaitu Lebaran. Mereka yang pergi berbelanja hari itu telah begitu kompaknya pikiran dan hati mereka, hingga kaki pun melangkah mantap menuju pasar baru padahal mereka tahu kondisinya, penuh sesak, duk dek, hese usik, malah ga eksis.

Aku membayangkan, jikalau semangat semacam itu, kekompakan, kemantapan yang demikian euphoria itu tepat tersalurkan untuk Jihad, pastilah hasilnya luar biasa!!

Sayang kalau hanya untuk tampil eksis di hari lebaran (bukan berarti tidak boleh), mereka sanggup berlelah-lelah, berdesakan, bercape-cape, berkorban waktu dan tenaga, pertanyaannya sudahkah kita segarang itu memperjuangkan Malam Lailatul Qadar?? demi mengharap ampunan Allah yang nyata-nyata Allah mengobral-Nya di sepuluh hari terakhir Ramadhan, adakah semangat kebersamaan yang begitu kuat itu untuk berbagi bersama kaum dhuafa??

Kawan, puasa itu hakikatnya adalah menahan diri, bersabar agar kita semua dapat lebih memaknai kehidupan, agar kehidupan kita bukanlah hidup yang sia-sia hanya untuk urusan dunia. Sejenak kita teringat saudara kita di Palestina sesungguhnya mereka sebenar-benarnya berpuasa demi mengharap Ridho Allah. Mereka puasa dalam cuaca panas, stabilitas politik yang kacau, tanpa rasa aman ketika tarawih, bahkan dengan persediaan bahan makan yang terbatas sekedar untuk sahur atau berbuka.

Kita di Indonesia mungkin baru sebatas menunda lapar dari rentang waktu subuh, hingga maghrib. Kita sahur dengan segala makanan lezat terhidang, dan berbuka dengan makanan berlimpah hanya tinggal memilih makanan mana yang kita sukai.

Kita mungkin baru bisa merasakan lapar, tetapi belum berbagi bagaimana mengatasi rasa lapar. Karena orang-orang yang rela menyisihkan sebagian hartanya di bulan ramadhan dan membaginya dengan kaum yang lebih membutuhkan, yang memenuhi majelis ta’lim atau atau pengajian, ternyata tidak berbanding lurus dengan orang memenuhi pasar baru!

Tetapi harapan selalu ada, walau tidak sebanding jika membandingkan bagaimana penuhnya masjid-masjid dengan orang yang I’tikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan dengan penuhnya Mall atau Pusat Perbelanjaan, namun kaum muda generasi Qur’ani akan senantiasa eksis dalam jalur dawah demi mulianya Al-Qur’an dan Islam di bumi persada, mereka yang memancarkan semangat jihad di hati dan fikiran dan setiap langkah mudanya. Amin

Yuk Anker, kita tetap semangat di hari-hari terakhir ramadhan berburu pahala, dan bukannya berburu barang baru.

Lebaran dengan hati baru bukan barang baru:)

Kesuksesan Tidak Harus Selalu Berupa Materi

Banyak orang seringkali mengukur kesuksesan dengan ukuran materi. Punya rumah mewah, mobil mewah, jabatan ABCD, baru dibilang sukses, apa benar begitu?

Setiap pagi ketika berjalan menuju kantor tempat dimana saya bekerja, seringkali saya berpapasan dengan ‘mamang’ tukang sampah. Ia begitu setia mendorong gerobak sampah, kotor dan bau mimiknya demikian serius dengan pekerjaannya. Pagi gerobaknya masih kosong. Sore harinya, kalau kebetulan berpapasan (lagi) gerobak sampahnya telah penuh sampah orang sekomplek. Kotor, bau, jijik. Tapi ‘mamang’ tukang sampah demikian serius dengan apa yang dia kerjakan. Hari demi hari ia jalani dengan tabah, tulus, & ikhlas. Buktinya ia setia dengan pekerjaannya, mengangkut sampah!

Pertanyaannya apa ‘mamang’ tukang sampah ini termasuk orang sukses bukan?

Silahkan teman2 yang membaca tulisan ini menjawab dengan argumen masing2.

Kalau parameter kesuksesan diukur dengan materi, mamang tukang sampah pastilah dibilang bukan orang sukses.

Sekarang coba kita lihat dari sudut pandang yang berbeda. Kita rubah parameternya, dengan keikhlasan. Menurut saya ‘mamang” tukang sampah adalah orang yang sangat-sangat sukses. Mengapa?

Sungguh ia telah sukses memanage hatinya untuk ikhlas menerima pekerjaan dan profesinya sebagai tukang sampah. Orang seringkali mengernyit ketika bertemu, padahal dibalik semua kelusuhannya, dibalik pakaiannya yang kotor, ia telah berhasil membersihkan sampah orang-orang sekomplek.

Mamang tukang sampah, telah sukses bersyukur dengan apa yang ia terima menjadi rezekinya di hari itu. Ia sukses meredam semua keinginan yang juga dipunyai banyak orang yaitu “HIDUP SENANG”, keinginan yang seringkali menggelincirkan orang kepada perbuatan ‘nista’ yang tak termaafkan!

Yang terpenting disini, kita harus bisa sukses mensyukuri nikmat, karunia, rezeki yang Allah berikan yang telah ada dalam genggaman, melihat & merasakannya. Bukan sebaliknya, mengabaikan karena mengharapkan segala’ sesuatu’ yang justru belum ada.

Salam Sukses.

Catatan harian Anker (Anak Kereta)

Selamat Datang di Nuansa Senyum’sWordPress.com. Catatan harian Komunitas Pengguna Keret Api Baraya Geulis Rute Cicalengka – Bandung – Cicalengka.

Pengunjung Blog Ini

  • 624 hits

My Live Tweet