//
archives

Belajar Menulis

This category contains 2 posts

Some Place Out There

Baru sore tadi terlintas begitu saja ingin kembali ke kotamu, entah kenapa keinginan itu tiba-tiba muncul begitu saja, seraya menanti hujan reda, sedikit melepas lelah diberanda kantor aku duduk terdiam memandangi sore yang hujan dan mendung.

Kota intan diselatan kota kelahiranku, setahun terakhir terasa lebih akrab bagiku, walau sejujurnya masih bisa dihitung dengan jari berapa kali aku berkunjung kesana.

Senja itu begitu indah, lembayung jingga mewarnai senja di alun-alun kota kelahiranmu. Perasaanku senang sekaligus jengkel menanti kabar darimu, saat itu aku tak tahu harus berbuat apa demi menunggumu, aku cari saja mesjid terbesar, dan aku menemukannya tepat di tengah kota.

Kegiatan sore itu dihalaman masjid cukup menghibur beberapa moment unik sempat terekam kamera gadgetku. Cukup menyenangkan menangkap moment senja dibalik masjid, langit luas dengan lukisan lembayung jingga bias cahaya matahari, Subhanallah indah sekali, cuaca cerah sore itu seakan berpihak kepadaku memberiku keleluasaan memotret dengan cahaya keemasan matahari sore, setelah sehari sebelumnya hujan dengan puas mengguyurku sepanjang perjalan pulang dari rantau ke pelukan ibu dengan motor kesayangan.

Tak lama adzan maghrib berkumandang di seantero sudut kota, MashaAllah menyejukan luar biasa. Malam pun menjelang menenggalamkan bias jingga yang kian samar, menyisakan kilat matahari yang muncul sesekali. Aku duduk diteras mesjid yang sejuk, bersandar dipilarnya sejenak melepas lelah, ternyata menunggu kabar yang tak pasti itu melelahkan. Masih dalam bingung entah berapa lama lagi aku harus menunggumu, cek messanger ‘still haven’t new messages’!

Menetralkan ketidak pastian aku mengedit foto-fotoku, dan mempublishnya ke sosial media, and finally there is a phone call from you.

Sepuluh menit kemudian, kau muncul di hadapanku, lengkap dengan senyum malaikatmu yang meluluhkan. Tak jadi marah. Perlahan meniti tangga teras masjid, kau duduk disampingku, masih dengan senyum manismu, kau cium aku  “Sorry…”, dekapanmu as always menentramkan gelisah sehebat apapun, dan aku tersenyum, lagi dan lagi kehilangan kata-kata.

“Kita pulang? Pasti belum makan kan?”

Beriringan meninggalkan halaman parkir masjid kota, menguntit ‘MX’ mobilmu 🙂 aku menikmati malam di kota kelahiranmu^^

Advertisements

Sebuah Catatan Kuliah Siang Ini 10 10 2010 @Usb School

8 langkah menuju langit

Sebuah catatan kecil kuliah hari ini 10 10 2010 @University of Life, Succesfull Lifestyle, Bussines School

Menimba ilmu di USB, University of Life, Succesfull Lifestyle, Bussines School memang memiliki keunikan tersendiri yang tidak akan ditemui disekolah manapun di negeri ini baik itu perguruan tinggi negri maupun swasta.

Mulai dari pesertanya yang amat beragam baik itu berupa latar belakang pendidikan maupun pekerjaan bahkan usia. Jika di sekolah pada umumnya atau perguruan tinggi biasanya siswa atau siswi umurnya sebaya, rata-rata sama seumuran, tetapi tidak di USB, peserta USB boleh siapa saja yang penting ia memiliki keinginan kuat untuk menjadin seorang enterpreuner. Saat ini peserta termuda di USB tercatat berusia 16 tahun dan yang tertua sekitar 68 tahun luar biasa bukan?  Dan ah ya, saya lupa bilang dan ini sangat penting belajar di USB 100% GRATIS alias Free sama sekali tidak dipungut bayaran!

Karena usianya yang beragam maka beragam pula latar belakang pendidikannya, mulai dari anak SMA hingga kuliahan. Bahkan ada dari kalangan professional pun ada turut menuntut ilmu bisnis di sekolah ini mulai dari dokter, dosen, pensiunan, bahkan rektor pun ada, kami duduk bersama tanpa spasi demi menyatukan keinginan dapat  menyumbang seseuatu yang berarti bagi negeri tercinta, menyamakan visi mengenai pentingnya memiliki jiwa enterpreuner  di hati setiap rakyat republik tercinta. Sesuai motto USB,’lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada mengutuk kegelapan.’

Adalah bapak Victor Asih Ir. MBA. MT, founder sekolah bisnis gratis USB, mentor, entrepreneur, penulis, kolumnis, motivator, Inspirator, Software Engineer & Information Technology Consultant. Alumnus Paska Sarjana Teknik Informatika ITB dan Ilmu Komputer UNPAD, pertama mendengar beliau berbicara mengenai USB pada acara bedah buku di pameran buku Landmark Bandung 03 Agustus 2010, saya sempat heran ‘hari gini masih ada sekolah yang gratis?’ justru disaat biaya pendidikan tengah amat melangit di negri ini. Saat itu juga saya telah memutuskan saya harus ikutan sekolah USB ini, membeli buku dan mendaftar hari itu juga. (formulir  sekolah bisnis gratis USB ada di buku ‘8 Langkah Ajaib Menuju Langit, tulisan pa Victor)

Siang ini adalah pertemuan keempat dari lima belas pertemuan yang dijadwalkan pada tiga bulan pertama matrikulasi, ada hal yang menarik yang pa Victor sampaikan siang ini. Ketika salah satu siswi USB meminta beliau menceritakan saat keterpurukan ketika bisnis yang tengah dibangunnya mengalami kebangkrutan karena krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, kemudian dengan cara bagaimana beliau bangkit dari keterpurrukan tersebut.

Pa Victor bercerita, pada awalnya bisnis Software Engineer yang dibangunnya telah amat menjanjikan profit yang amat besar,  ia telah mampu merekrut teman-teman kuliahnya menjadi pegawai di perusahaanya dan menggaji mereka dengan fee yang besar.  Namun tiba-tiba badai ujian itu datang, krisis ekonomi melanda Asia pada tahun 1997. Dengan segenap kekuatan yang dimiliki Pa Victor berusaha bertahan, bertahan dan bertahan hingga berhutang banyak. Namun tidaklah mudah mengembalikan sebuah bisinis diera krisis ekonomi untuk kembali berdiri tangguh, hanya orang terpilihlah yang dapat bertahan paling akhir, seorang Victor Asih berhasil membuktikan hal itu, hingga hari ini tercatat ada 8 prnghargaan tingkat nasional & ASEAN yang diraihnya, diantaranya adalah: Top Profesional & Profesi Indonesia Award, Adhi Karya Award, Top Executive Award, The Best Executive Award & ASEAN The Best Executive Award.

“Kesuksesan tidaklah Instant melainkan memerlukan poroses untuk bisa tumbuh kemudian berkembang, orang yang sukses adalah orang yang bertahan paling akhir menghadapi badai ujian, ia adalah yang paling gigih memperjuangkannya,”

Salam Enterpreuneur

Go USB, Go Enterpreuneur!!

Pengunjung Blog Ini

  • 621 hits

My Live Tweet

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.